
Penulis : Ayu Lika Rahmadhani, M. Pd
Jabatan : plt Ka. Prodi PAI
Pendidikan pada era saat ini dihadapkan pada persoalan mendasar, yakni ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan pendidikan tinggi dengan kebutuhan riil sekolah dan madrasah. Satuan pendidikan membutuhkan pendidik yang tidak hanya menguasai teori keilmuan, tetapi juga memiliki keterampilan pedagogik aplikatif, pengalaman lapangan yang memadai, kemampuan adaptasi lintas jenjang pendidikan, serta integritas kepribadian sebagai teladan bagi peserta didik. Namun, dalam praktiknya, masih banyak lulusan calon guru yang minim pengalaman nyata mengajar dan belum sepenuhnya siap menghadapi dinamika kelas yang sesungguhnya.
Menjawab tantangan tersebut, STIT Al Azhar Diniyyah Jambi melalui Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) hadir dengan pendekatan yang berbeda dan strategis. Keunggulan utama yang membedakan STIT Al Azhar Diniyyah Jambi dari kampus lain yaitu kepemilikan laboratorium sekolah terlengkap, mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan keunggulan strategis STIT Al Azhar Diniyyah Jambi yang lahir dari kematangan tata kelola Yayasan Diniyyah Al Azhar sebagai yayasan pendidikan yang telah berkembang secara signifikan. Jaringan satuan pendidikan yang dikelola yayasan tidak hanya berfungsi sebagai lembaga layanan pendidikan formal, tetapi juga dikembangkan sebagai ruang pembelajaran terintegrasi bagi mahasiswa dan dosen. Melalui laboratorium sekolah lintas jenjang ini, proses pendidikan tinggi tidak terputus dari realitas lapangan, melainkan berlangsung dalam ekosistem pendidikan yang utuh, berkelanjutan, dan kontekstual dengan kebutuhan sekolah.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) memperoleh pengalaman autentik dalam pembelajaran, pengelolaan kelas, dan internalisasi nilai-nilai keislaman sesuai karakteristik perkembangan peserta didik di setiap jenjang. Melalui berbagai program peningkatan mutu dan keterampilan mahasiswa yang terintegrasi dengan laboratorium sekolah, STIT Al Azhar Diniyyah Jambi Prodi PAI berkomitmen melahirkan calon pendidik yang profesional, adaptif, dan siap menjawab kebutuhan nyata sekolah dan madrasah di era pendidikan modern.
Lebih dari itu, dosen secara berkelanjutan didorong untuk terus belajar, memperbarui wawasan keilmuan, meningkatkan kompetensi pedagogik, serta menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan perkembangan kebijakan pendidikan dan kebutuhan nyata sekolah. Budaya pengembangan diri ini memastikan bahwa proses pembelajaran yang dialami mahasiswa selalu kontekstual, adaptif, dan berbasis praktik terbaik. Sinergi antara dosen yang terus meningkatkan kualitas diri dengan program pembinaan mahasiswa yang terstruktur menjadikan STIT Al Azhar Diniyyah Jambi mampu menghadirkan proses pendidikan yang bermakna.
Kondisi tersebut tidak terlepas dari perjuangan dan visi kepemimpinan Ketua Yayasan dalam membangun dan mengembangkan STIT Al Azhar Diniyyah Jambi secara bertahap, konsisten, dan berorientasi jangka Panjang serta menjadi fondasi yang sangat kuat bagi terbentuknya arah kebijakan institusi yang berorientasi pada mutu dan kebermanfaatan lulusan, Komitmen yang konsisten terhadap penguatan pendidikan Islam dan peningkatan kualitas sumber daya manusia mendorong institusi ini untuk merancang berbagai program pengembangan mahasiswa yang relevan dengan kebutuhan zaman dan dunia pendidikan. Arah kebijakan tersebut tidak terlepas dari peran historis Umi Dra.Hj. Rosmaini,M.S.M.Pd.I sebagai pendiri Yayasan Diniyyah Al Azhar, sosok perempuan pendidik yang dikenal cerdas, visioner, dan tangguh dalam memperjuangkan pendidikan Islam yang adaptif terhadap modernitas. Dengan ketekunan dan dedikasi yang berkelanjutan, Umi Rosnaini telah meletakkan dasar pemikiran bahwa peningkatan mutu dan keterampilan mahasiswa merupakan kunci utama dalam menyiapkan lulusan yang siap berkontribusi di tengah masyarakat.
Kiprahnya yang luas dan konsisten dalam membangun pendidikan modern berbasis nilai keislaman menjadikannya figur yang kerap dipandang sebagai “Kartini-nya Jambi” serta menjadi sosok Orangtua bagi kami seluruh keluarga besar Yayasan Diniyyah Al Azhar Jambi, sekaligus mengantarkannya memperoleh penghargaan tertinggi dari Pemerintah Provinsi Jambi atas dedikasi dan pengabdiannya di bidang pendidikan modern. Warisan perjuangan dan pemikiran tersebut terus hidup dalam kebijakan STIT Al Azhar Diniyyah Jambi, khususnya melalui berbagai program peningkatan mutu dan skill mahasiswa yang dirancang untuk menghasilkan lulusan unggul, berkarakter, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai keislaman.

Sejalan dengan hal tersebut, manajemen yang dijalankan oleh Direktur Yayasan Diniyyah Al Azhar Indonesia Ust. H.M. Hafizh El-Yusufi, S.Pd.I.M.M menunjukkan orientasi yang tegas terhadap kesiapan lulusan dalam memenuhi kebutuhan nyata sekolah dan madrasah. Direktur Yayasan menegaskan bahwa lulusan STIT Al Azhar Diniyyah Jambi harus hadir sebagai tenaga pendidik yang siap pakai, memiliki kompetensi pedagogik aplikatif, kecakapan sosial, serta kemampuan beradaptasi dengan kultur dan dinamika satuan pendidikan tanpa memerlukan waktu transisi yang panjang. Orientasi ini menjadi landasan utama dalam setiap pengambilan kebijakan yayasan, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan kualitas mahasiswa.

Gambar di atas Ustadz menyampaikan dalam RETT (Rapat Evaluasi Tengah Tahun ) Komitmen tersebut diimplementasikan melalui penyediaan wadah pengembangan mutu akademik dan soft skills mahasiswa yang dirancang secara terstruktur dan berkelanjutan. Direktur Yayasan secara aktif menginisiasi dan memfasilitasi berbagai kegiatan pengayaan kompetensi dengan menghadirkan tokoh-tokoh nasional dan figur berpengaruh di bidang pendidikan, keislaman, dan kepemimpinan, sebagai sumber inspirasi dan transfer pengalaman nyata bagi mahasiswa.

Selain itu, Direktur Yayasan mendorong keterlibatan mahasiswa dalam berbagai forum, seminar, pelatihan, dan kegiatan akademik berskala nasional maupun internasional. Keikutsertaan ini dimaksudkan untuk memperluas wawasan, membangun kepercayaan diri, serta melatih mahasiswa berinteraksi dalam lingkungan akademik yang lebih luas dan kompetitif. Melalui kebijakan ini, mahasiswa tidak hanya dibentuk sebagai calon guru yang kompeten secara lokal, tetapi juga memiliki perspektif global dan kesiapan menghadapi tantangan pendidikan di era globalisasi.

Forum, seminar, pelatihan, dan kegiatan akademik berskala nasional maupun internasional
Upaya berkelanjutan tersebut diperkuat oleh jejaring dan relasi luas yang dimiliki Direktur Yayasan dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional. Jejaring ini dimanfaatkan secara strategis untuk membuka akses kolaborasi, menghadirkan program-program unggulan, serta memperluas ruang aktualisasi mahasiswa dan dosen. Dengan kepemimpinan yang visioner dan jaringan yang kuat, Direktur Yayasan terus berjuang meningkatkan mutu yayasan dan memastikan bahwa STIT Al Azhar Diniyyah Jambi berkembang sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang relevan, adaptif, dan berdaya saing. Masih banyak lagi kerjasama dan dapat diakses melalui media kampus yang lain.
Selain program-program strategis yang dirancang dan difasilitasi oleh yayasan sebagai payung kebijakan institusional, unit kampus STIT Al Azhar Diniyyah Jambi juga mengembangkan berbagai program unggulan secara mandiri sebagai bentuk penguatan mutu dan soft skill mahasiswa. Program-program pada level unit kampus ini lahir dari pembacaan langsung terhadap dinamika akademik, kebutuhan mahasiswa, serta tuntutan riil dunia pendidikan, khususnya kebutuhan sekolah terhadap lulusan yang siap beradaptasi dan berkontribusi secara profesional.
1. Program Tahfidzul Qur’an: Fondasi Spiritual dan Moral Akademik
Program Tahfidzul Qur’an menjadi salah satu ciri khas utama STIT Al Azhar Diniyyah Jambi. Program ini dirancang bukan sekadar sebagai aktivitas ekstrakurikuler, melainkan sebagai bagian dari pembentukan karakter mahasiswa berbasis nilai-nilai Al-Qur’an2.Dalam perspektif global, kemampuan tahfidz tidak hanya membentuk kedalaman spiritual, tetapi juga melatih disiplin, konsistensi, daya ingat, dan manajemen waktu, yang merupakan soft skills penting di dunia profesional modern.

Gambar di atas menggambarkan pelaksanaan kegiatan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an sebagai bagian dari Program Unggulan Tahfidzul Qur’an di STKIP dan STIT Al Azhar Diniyyah Jambi. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen institusi dalam mengintegrasikan penguatan spiritual, akademik, dan pembinaan karakter Islami mahasiswa secara berkelanjutan. Wisuda tahfidz tidak hanya menjadi seremoni simbolik, tetapi juga bentuk apresiasi institusional terhadap capaian hafalan Al-Qur’an mahasiswa yang telah melalui proses pembinaan, evaluasi, dan uji kompetensi tahfidz secara terstruktur.
2. Training Leadership: Menyiapkan Pemimpin Berkarakter dan Visioner

Foto ini menampilkan pelaksanaan Kegiatan Program Unggulan Training Leadership yang diselenggarakan oleh STIT Al Azhar Diniyyah Jambi sebagai bagian dari strategi pengembangan soft skills dan kepemimpinan mahasiswa. Program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi kepemimpinan yang adaptif, komunikatif, dan berintegritas, selaras dengan kebutuhan organisasi, dunia kerja, serta tantangan sosial yang terus berkembang. Melalui kegiatan Training Leadership, mahasiswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan berpikir strategis, pengambilan keputusan, kerja sama tim, serta komunikasi interpersonal yang efektif. Proses pelatihan dilaksanakan secara sistematis melalui pendekatan partisipatif, diskusi kelompok, simulasi kepemimpinan, dan refleksi nilai, sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga pengalaman praktis dalam memimpin dan bekerja secara kolaboratif.
3. Penguasaan Bahasa Arab dan Inggris: Modal Kompetitif Global
Bahasa merupakan instrumen utama dalam membangun daya saing global. STIT Al Azhar Diniyyah Jambi menjadikan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai program penguatan kompetensi mahasiswa secara berkelanjutan. Bahasa Arab diposisikan sebagai bahasa keilmuan Islam dan sumber rujukan utama studi keislaman, sementara bahasa Inggris dikembangkan sebagai bahasa internasional untuk akses literatur global, komunikasi akademik, dan peluang kerja lintas negara. Program ini dilaksanakan melalui kelas intensif, pembiasaan bahasa, serta kegiatan pendukung berbasis praktik. Secara yuridis, penguatan bahasa asing di perguruan tinggi sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang mendorong peningkatan kompetensi global lulusan5.
4. Pelatihan Komputer: Literasi Digital di Era Transformasi Teknologi
Transformasi digital menuntut mahasiswa memiliki literasi teknologi yang memadai. Oleh karena itu, STIT Al Azhar Diniyyah Jambi mengembangkan program pelatihan komputer yang berorientasi pada kebutuhan akademik dan dunia kerja.Pelatihan ini meliputi penguasaan aplikasi perkantoran, pengolahan data, media pembelajaran digital, serta dasar-dasar teknologi informasi yang relevan dengan bidang kependidikan dan keislaman. Program ini menjadi bentuk adaptasi kampus terhadap tuntutan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Dengan kompetensi digital yang baik, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pendidik dan profesional yang inovatif serta responsif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.

Foto ini menggambarkan pelaksanaan kegiatan Pelatihan Penulisan dan Publikasi Artikel Ilmiah bagi mahasiswa STKIP dan STIT Al Azhar Diniyyah Jambi, yang merupakan bagian integral dari Program Unggulan Literasi Digital di Era Transformasi Teknologi. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas mahasiswa dalam mengelola informasi ilmiah, memanfaatkan teknologi digital, serta menghasilkan karya akademik yang berkualitas dan berdaya saing. Melalui pelatihan ini, mahasiswa dibekali pemahaman dan keterampilan praktis terkait penulisan artikel ilmiah, penggunaan perangkat digital pendukung penulisan, pengelolaan referensi, serta strategi publikasi pada jurnal ilmiah. Proses pendampingan dilakukan secara aplikatif dan kolaboratif, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami aspek teknis penulisan, tetapi juga memiliki literasi digital yang kritis, etis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk kepentingan akademik.
5. Personality Development: Pembentukan Kepribadian Profesional Islami
Program personality development di STIT Al Azhar Diniyyah Jambi diarahkan pada pembentukan sikap percaya diri, etika komunikasi, manajemen emosi, dan etos kerja Islami. Program ini dilaksanakan melalui seminar pengembangan diri, mentoring, konseling akademik, serta keteladanan dosen dan pembina. Pendekatan ini relevan dengan konsep holistic education, yang memandang pendidikan sebagai proses pengembangan manusia secara utuh7.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa dibina untuk memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Islami dalam praktik profesional, seperti kejujuran, amanah, kerja keras, dan komitmen terhadap kualitas. Proses pembinaan dilakukan secara terstruktur melalui pembelajaran nilai, pembiasaan sikap, diskusi reflektif, serta keteladanan, sehingga mahasiswa mampu mengaktualisasikan kepribadian Islami dalam perilaku sehari-hari dan dalam konteks dunia kerja.
6. Kuliah Kerja Nyata/Kukerta: Integrasi Ilmu, Pengabdian, dan Pemberdayaan Masyarakat
Program Kukerta (Kuliah Kerja Nyata) merupakan wahana strategis bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dalam konteks nyata kehidupan masyarakat. STIT Al Azhar Diniyyah Jambi merancang Kukerta berbasis edukatif-keagamaan dan pemberdayaan sosial. Mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja formal, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan dalam bidang pendidikan, keagamaan, dan sosial budaya masyarakat. Program ini sejalan dengan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya
aspek pengabdian kepada masyarakat8.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik dan keterampilan sosial, tetapi juga membangun kepekaan, kepedulian, serta tanggung jawab sosial sebagai calon intelektual dan agen perubahan. Kegiatan KKN menjadi sarana strategis dalam membentuk lulusan STKIP dan STIT Al Azhar Diniyyah Jambi yang berkarakter, adaptif, dan berorientasi pada pengabdian, sekaligus memperkuat kontribusi institusi dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
7. Ma’had Jami’ah: Integrasi Akademik dan Pembinaan Keislaman
Sebagai bentuk penguatan kultur akademik Islami, STKIP & STIT Al Azhar Diniyyah Jambi mengembangkan Ma’had Jami’ah sebagai pusat pembinaan mahasiswa berbasis asrama dan kegiatan keagamaan terprogram. Ma’had Jami’ah berfungsi sebagai ruang internalisasi nilai-nilai Islam, pembiasaan ibadah, pendalaman keilmuan dasar keislaman, serta penguatan akhlak dan disiplin. Model ini terbukti efektif dalam membentuk lingkungan belajar yang kondusif dan berkarakter9.

Berbagai program peningkatan mutu dan skill mahasiswa yang dikembangkan oleh STKIP & STIT Al Azhar Diniyyah Jambi mencerminkan komitmen institusi dalam menjawab tantangan globalisasi tanpa kehilangan identitas keislaman dan kebangsaan. Integrasi antara akademik, spiritual, keterampilan, dan pengabdian menjadi kekuatan utama kampus ini dalam mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia. Dengan pendekatan yang sistematis, kontekstual, dan berlandaskan regulasi pendidikan nasional, STKIP & STIT Al Azhar Diniyyah Jambi meneguhkan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mendidik, tetapi juga membentuk masa depan generasi bangsa.
Ma’had Jami’ah: Integrasi Akademik dan Pembinaan Keislaman
Foto kegiatan ini menggambarkan pelaksanaan Program Ma’had Jami’ah di STKIP dan STIT Al Azhar Diniyyah Jambi sebagai wahana integrasi antara penguatan akademik dan pembinaan keislaman mahasiswa. Program ini dirancang untuk membentuk lingkungan pembelajaran yang kondusif bagi pengembangan intelektual, spiritual, dan karakter Islami mahasiswa secara terpadu dan berkelanjutan. Melalui kegiatan Ma’had Jami’ah, mahasiswa dibina dalam penguatan pemahaman keislaman, pembiasaan ibadah, pengembangan akhlakul karimah, serta penanaman nilai-nilai etika akademik. Proses pembinaan dilakukan secara sistematis melalui kegiatan keagamaan terprogram, pendampingan, dan pembelajaran nilai, sehingga mahasiswa mampu menginternalisasi ajaran Islam dalam kehidupan akademik dan sosial. Program ini mencerminkan komitmen STKIP dan STIT Al Azhar Diniyyah Jambi dalam mewujudkan lulusan yang unggul secara akademik sekaligus kokoh dalam kepribadian Islami. Ma’had Jami’ah menjadi bagian integral dari strategi pengembangan mahasiswa yang menekankan integrasi ilmu, iman, dan amal sebagai fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

