Penasehat Ahli Menteri Agama Puji Kemajuan STKIP–STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi pada Wisuda Angkatan XIV dan X

Jambi — Pelaksanaan Wisuda STKIP dan STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi berlangsung khidmat dan penuh makna. Salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut adalah orasi ilmiah yang disampaikan oleh Prof. Fasli Jalal, Ph.D., Penasehat Ahli Menteri Agama Republik Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Fasli Jalal menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan dan kemajuan STKIP–STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi sekaligus memberikan pesan inspiratif kepada para wisudawan untuk terus berkembang menghadapi tantangan zaman.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Fasli Jalal mengawali dengan memberikan penghargaan kepada para orang tua wisudawan yang telah memberikan dukungan dalam berbagai bentuk, mulai dari waktu, pikiran, biaya, hingga doa yang tidak pernah putus. Menurutnya, keberhasilan wisudawan tidak dapat dilepaskan dari perjuangan dan kepercayaan orang tua yang telah menyerahkan masa depan pendidikan anak-anaknya kepada perguruan tinggi.

“Kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi merupakan awal untuk memasuki kehidupan yang sesungguhnya,” pesan Prof. Fasli Jalal kepada para wisudawan.

Ia mengingatkan bahwa selama berada di perguruan tinggi, mahasiswa berada dalam lingkungan yang relatif terarah dengan bimbingan dosen dan sistem pembelajaran yang terstruktur. Namun, setelah memasuki dunia nyata, para lulusan dituntut untuk mampu mengambil keputusan, menghadapi persoalan, serta bertanggung jawab atas pilihan hidupnya sendiri.

Karena itu, para wisudawan didorong untuk keluar dari comfort zone, memiliki roadmap kehidupan yang jelas, serta membangun semangat sebagai pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner). Kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi semakin penting di tengah perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat.

Prof. Fasli Jalal juga menyoroti perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), yang telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan maupun dunia kerja. Ilmu dan keterampilan yang dimiliki saat ini, menurutnya, dapat menjadi kurang relevan apabila tidak terus diperbarui sesuai perkembangan zaman.

Ia mengutip proyeksi World Economic Forum bahwa pada tahun 2030 sekitar 40 persen kebutuhan kompetensi dalam berbagai jenis pekerjaan diperkirakan akan mengalami perubahan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga harus memiliki kemampuan adaptasi, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, karakter, serta kemauan untuk terus belajar.

Menurutnya, kehadiran AI tidak semestinya hanya dipandang sebagai ancaman, tetapi juga sebagai peluang. Teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, sementara kemampuan manusia dalam membangun hubungan, menunjukkan empati, kepedulian, integritas, dan karakter tetap menjadi kekuatan yang tidak mudah digantikan oleh mesin.

Dalam orasinya, Prof. Fasli Jalal turut mengingatkan para wisudawan mengenai posisi Indonesia yang sedang berada dalam periode bonus demografi. Kondisi tersebut merupakan peluang besar bagi Indonesia karena proporsi penduduk usia produktif jauh lebih besar dibandingkan kelompok usia nonproduktif.

Namun, bonus demografi dapat menjadi peluang maupun tantangan. Apabila tidak dipersiapkan dengan baik, kondisi tersebut justru dapat menimbulkan persoalan sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, generasi muda harus dipersiapkan melalui pendidikan yang berkualitas, kesehatan yang prima, etos kerja yang kuat, serta landasan iman, takwa, dan akhlak mulia.

Prof. Fasli Jalal juga mengingatkan bahwa Indonesia akan menghadapi perubahan struktur penduduk pada masa mendatang. Dengan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia, generasi muda saat ini memiliki tanggung jawab besar untuk mempersiapkan diri sekaligus membangun sumber daya manusia yang produktif, mandiri, dan berkarakter.

Lebih lanjut, Prof. Fasli Jalal memberikan perhatian khusus terhadap tiga bidang pendidikan yang menjadi bagian penting dari STKIP dan STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi, yaitu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Islam/Ilmu Tarbiyah.

Menurutnya, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu investasi pendidikan yang sangat strategis. Masa usia dini merupakan periode penting dalam pembentukan kemampuan dasar anak, perkembangan otak, kecerdasan, karakter, dan berbagai aspek perkembangan lainnya. Investasi pada pendidikan anak usia dini bahkan memiliki tingkat pengembalian yang sangat tinggi dalam jangka panjang.

“Investasi pada pendidikan anak usia dini merupakan investasi yang sangat penting bagi masa depan bangsa,” jelasnya.

Sementara itu, Pendidikan Bahasa Inggris memiliki posisi strategis sebagai pintu untuk berkomunikasi dengan dunia global. Di tengah perkembangan AI yang mampu melakukan berbagai pekerjaan teknis, termasuk penerjemahan, Prof. Fasli Jalal menekankan bahwa manusia tetap memiliki keunggulan dalam aspek empati, kepedulian, akhlak, dan karakter humanis.

Adapun Ilmu Tarbiyah atau Pendidikan Islam dipandang sebagai pilar penting dalam membangun manusia yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki iman, takwa, serta akhlak mulia. Pendidikan harus mampu melahirkan sumber daya manusia yang bermartabat, bermanfaat bagi masyarakat, serta memiliki orientasi kehidupan dunia dan akhirat.

Apresiasi dan pandangan yang disampaikan Prof. Fasli Jalal menjadi motivasi bagi STKIP dan STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Momentum wisuda tidak hanya menjadi perayaan atas keberhasilan akademik para mahasiswa, tetapi juga menjadi titik awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di tengah masyarakat.

Melalui pesan yang disampaikan dalam orasi ilmiah tersebut, para wisudawan diharapkan mampu menjadi generasi yang adaptif terhadap perubahan, terbuka terhadap perkembangan teknologi, memiliki semangat belajar sepanjang hayat, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai iman, takwa, dan akhlak mulia.

STKIP dan STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi berkomitmen untuk terus bergerak maju, menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *